
Sudah menjadi maklum bahwa semakin bertambahnya umur pandangan mata terasa berkurang. Ada beberapa penyebab berkurangnya kualitas pandangan saat mulai memasuki usia senja, salah satunya adalah Age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami pandangan mata buram, yang dimulai dari tengah penglihatan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan membaca, menyetir menulis, atau mengenali wajah orang. penyebab dari penyakit AMD ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa kiat khusus untuk mengurangi resikonya antara lain:
Konsumsi makanan yang sehat, terutama sayuran hijau
Sayuran hijau kaya akan lutein dan zeaxanthin. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak sayuran yang mengandung dua zat ini, memiliki resiko AMD yang lebih rendah sebanyak 43% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi sayuran hijau.
Minum multivitamin bila perlu
Sulit mendapatkan semua kebutuhan vitamin hanya dari makanan yang kita makan saja. Apalagi jika tidak mengkonsumsi menu makanan seimbang. Meminum suplemen dapat membantu melengkapi kebutuhan kebutuhan vitamin.
Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa meminum suplemen penambah vitamin dapat mencegah munculnya degenerasi makula atau AMD. Namun demikian, suplemen yang mengandung vitamin C dan E, beta-karoten, seng, tembaga, lutein, dan zeaxanthin dapat mengurangi resiko perkembangan AMD ke arah yang lebih parah
Konsumsi lebih banyak ikan
Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan dapat mengurangi resiko terkena degenerasi manula atau AMD.Penelitian yang sama terhadap orang kembar yang disebutkan di atas membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi dua porsi ikan setiap minggu lebih kecil kemungkinan mengalami AMD dibandingkan orang kembar yang mengonsumsi kurang dari satu porsi setiap minggu.
Menjaga gaya hidup sehat
Melakukan olahraga rutin, berjalan kaki minimal 30 menit sehari, jogging 3 kali seminggu adalah salah satu cara untuk menjaga badan tetap bugar. Kebugaran pada tubuh dapat mengurangi resiko terkena penyakit termasuk degenerasi manula atau AMD ini.
Dalam sebuah penelitian jangka panjang (15 tahun), setelah mempertimbangkan faktor risiko lainnya, seperti berat badan, kadar kolesterol, dan usia, peneliti menemukan bahwa orang yang menjalani gaya hidup aktif memiliki kemungkinan 70 persen lebih rendah mengalami AMD dibandingkan peserta penelitian yang kurang bergerak.
Kurangi karbohidrat dalam olahan makanan anda
Makanan yang kaya akan karbohidrat olahan (misalnya minuman manis, roti putih, kentang panggang, donat, dan kentang goreng) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko AMD. Ganti makanan ini dengan buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, dan air.
Kenakan kacamata hitam untuk melindungi mata anda dari sinar biru
Meskipun belum ada bukti nyata saat ini bahwa paparan langsung ke sinar matahari dapat menyebabkan degenerasi makula, beberapa riset menunjukkan setidaknya satu keterkaitan antara AMD dan paparan kumulatif ke sinar UV dan “cahaya biru” berenergi tinggi sepanjang kehidupan seseorang.
Agar aman, alangkah tepat jika mengenakan kacamata hitam yang memblokir 100 persen sinar UV dari matahari dan cahaya biru dalam jumlah yang signifikan saat Anda berada di luar ruangan di siang hari
Berhenti merokok
Peneliti di Inggris meninjau 17 penelitian yang telah dipublikasikan yang membahas hubungan antara merokok dan AMD dan menemukan bahwa 13 di antaranya menunjukkan bahwa perokok aktif berisiko dua hingga tiga kali lipat terkena AMD dibandingkan selain perokok.
Selain itu, sebuah penelitian terhadap orang kembar yang dilakukan di Amerika Serikat, menemukan bahwa perokok aktif berisiko 1,9 kali lipat lebih tinggi untuk terkena AMD, sementara mantan perokok berisiko 1,7 kali lipat lebih tinggi, dibandingkan kembaran mereka yang tidak merokok.
.
Lakukan pemeriksaan rutin
Saat melakukan pemeriksaan mata komprehensif, ahli perawatan mata profesional Anda dapat mendeteksi dini gangguan penglihatan dan masalah kesehatan mata sebelum Anda menyadarinya, sehingga pengobatan dapat lebih efektif.
