Apa Pengaruh Hipertensi Pada Kesehatan Mata?

Periksa kesehatan rutin untuk lansia

Tingginya kasus hipertensi di dunia

Hipertensi merupakan masalah umum pada sistem kardiovaskular dan dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai organ, termasuk mata. Secara global, sekitar 20% orang dewasa diperkirakan menderita hipertensi jika tekanan darah mereka melebihi 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi ini cenderung meningkat secara signifikan pada individu yang berusia di atas 60 tahun, di mana sekitar 50% dari kelompok usia ini mengalami hipertensi di banyak negara. Di seluruh dunia, sekitar 1 miliar orang hidup dengan hipertensi, yang menyebabkan lebih dari 7,1 juta kematian setiap tahunnya.

1 dari 7 orang di seluruh dunia menderita Hipertensi. Sumber: CNN

Risiko penyakit kardiovaskular meningkat dua kali lipat setiap kenaikan tekanan darah sebesar 20/10 mmHg pada level tekanan darah 115/75 mmHg. Seseorang yang memiliki tekanan darah normal (sistolik < 120 mmHg; diastolik < 80 mmHg) pada usia 55 tahun memiliki risiko sebesar 90% untuk mengembangkan hipertensi pada usia lanjut.

Pada periode antara tahun 1960-an hingga 1990-an, persentase pasien yang menjalani pengobatan hipertensi meningkat dari 35% menjadi 79%

Penyakit Mata Yang Disebabkan Oleh Hipertensi

1. Katarak

Katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh, menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Peningkatan tekanan darah diastolik pada usia di atas 60 tahun dapat meningkatkan risiko timbulnya katarak sebesar 1,49 kali dibandingkan dengan tekanan darah normal. Hipertensi memengaruhi perubahan transportasi membran sel dan permeabilitas ion yang akhirnya menyebabkan pembentukan katarak.

Mata katarak sering kali terjadi pada lansia. Sumber: Halodoc

Sebuah studi metanalisis pada tahun 2016 menemukan bahwa hipertensi secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya katarak subkapsular posterior pada ras mongoloid dan kaukasia. Beberapa faktor risiko lainnya yang berhubungan dengan katarak termasuk usia tua, diabetes, paparan sinar matahari berlebihan, merokok, obesitas, riwayat trauma atau peradangan mata, riwayat operasi mata, penggunaan steroid dalam jangka panjang, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

2. Retinopati Hipertensi

Retinopati hipertensi, yang merupakan penyakit retina yang disebabkan oleh hipertensi, dapat dihasilkan dari efek akut hipertensi sistemik, seperti vasospasme (penyempitan) pembuluh darah, dan efek kronis hipertensi yang mengarah pada pembentukan arteriosklerosis. Kondisi ini dapat menyebabkan oklusi pembuluh darah dan pembentukan makroaneurisma, yang berpotensi mengancam penglihatan. Menurut sebuah studi yang dilakukan di Iran pada tahun 2016, retinopati hipertensi terjadi pada 39,9% pasien hipertensi dengan tekanan darah tinggi. Pembentukan arteriosklerosis dalam retinopati hipertensi disebabkan oleh peningkatan tekanan darah kronis (sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg). Hipertensi sekunder pada usia muda, yang disebabkan oleh kondisi seperti hiperaldosteronisme primer, sindrom Cushing, penyakit parenkim ginjal, apnea tidur obstruktif, hiperparatiroidisme, dan hipertiroidisme, dapat memiliki dampak yang lebih parah dalam menyebabkan kehilangan penglihatan bilateral melalui ablasi macula serosa dan ablasi retina eksudatif.

Penampakan retina milik penderita Retinopati hipertensi. Sumber: nationaleyecenter.id

3. Glaukoma

Glaukoma adalah suatu penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf mata dan mengganggu lapangan pandang. Salah satu faktor risiko glaukoma adalah peningkatan tekanan dalam bola mata. Diperkirakan bahwa separuh dari sekitar 400.000 kasus glaukoma di Inggris terjadi pada individu dengan hipertensi. Diagnosa glaukoma lebih sering ditegakkan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Mekanisme terjadinya glaukoma melibatkan modulasi transportasi natrium pada sel epitel corpus siliaris mata (yang juga terjadi pada ginjal). Corpus siliaris merupakan struktur penting dalam produksi humor akuos (cairan di dalam ruang depan mata). Epitel corpus siliaris menghasilkan humor akuos melalui transportasi natrium, yang mengakibatkan peningkatan produksi humor akuos dan pada akhirnya meningkatkan tekanan dalam bola mata. Faktor lain yang terkait adalah disfungsi pengendalian kortikosteroid pada transportasi natrium, yang juga merupakan faktor pencetus hipertensi esensial. Hubungan antara glaukoma dan hipertensi dapat terlihat dari adanya retinopati hipertensi.

Mata dengan glaukoma

Edukasi yang baik kepada masyarakat sangat penting karena terdapat hubungan yang kuat antara hipertensi dan penyakit mata yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Deteksi dini dan penanganan pada tahap awal penyakit dapat mengurangi dampak kebutaan dan mengurangi biaya pengobatan yang diperlukan.