Baru-baru ini mimin dan tim Optik Cahaya Truevue kedatangan salah satu #CahayaPeople yang mengeluhkan bahwa ukuran minus dan silinder pada matanya sering mengalami perubahan. Setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter mata, diketahui bahwa customer tersebut telah mengalami kondisi tertentu yang membuat ukuran koreksi refraksi nya (minus dan silinder) tidak dapat konsisten atau berubah-ubah dengan cepat. Apa yang terjadi?

Mari kita mulai pembahasan dengan membahas apa itu mata minus dan silinder.
Mata Minus (Myopia)
Mata minus adalah kondisi yang menyebabkan mata tidak dapat melihat dengan jelas objek yang jauh. Hal ini terjadi karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu cembung. Akibatnya, sinar cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan tepat pada retina.
Ukuran minus mata dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- Genetika: Mata minus dapat diturunkan dari orang tua. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan mata minus, maka Anda lebih berisiko mengalami mata minus.
- Usia: Mata minus biasanya mulai berkembang pada usia anak-anak dan remaja. Hal ini karena bola mata masih dalam masa pertumbuhan.
- Gaya hidup: Mata minus juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti terlalu sering membaca, menonton TV, atau menggunakan komputer dalam waktu yang lama.
- Lingkungan: Paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko mata minus.
- Kondisi kesehatan tertentu: Beberapa kondisi tertentu dapat membuat resiko terjadinya ukuran refraksi yang berubah-ubah
Jika Anda mengalami mata minus, Anda dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk membantu memperbaiki penglihatan Anda. Kacamata atau lensa kontak akan membantu memfokuskan sinar cahaya yang masuk ke mata sehingga Anda dapat melihat dengan jelas.
Mata Silinder (Astigmatisme)
Mata silinder atau astigmatisme adalah gangguan refraksi mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur, baik di dekat maupun di jauh. Kondisi ini disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk bulat, melainkan seperti bola rugby. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan sempurna pada retina, sehingga penglihatan menjadi kabur.
Mata silinder dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Mata silinder dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Genetika: Mata silinder dapat diturunkan dari orang tua.
- Trauma mata: Trauma mata, seperti benturan atau kecelakaan, dapat menyebabkan mata silinder.
- Penyakit mata: Beberapa penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma, dapat menyebabkan mata silinder.
- Gaya hidup: Gaya hidup yang tidak sehat, seperti terlalu sering membaca atau bekerja di depan komputer dalam waktu yang lama, dapat meningkatkan risiko mata silinder.
Mata silinder dapat diobati dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak. Kacamata atau lensa kontak akan membantu memfokuskan cahaya yang masuk ke mata sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Selain itu, mata silinder juga dapat diobati dengan operasi LASIK atau PRK. Operasi LASIK atau PRK adalah prosedur yang bertujuan untuk mengubah bentuk kornea mata sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.
Luka pada retina dapat merubah ukuran/resep koreksi refraksi
Retina adalah bagian mata yang peka terhadap cahaya dan berfungsi untuk mengirimkan sinyal ke otak. Jika retina mengalami luka, maka dapat menyebabkan berbagai gangguan penglihatan, seperti mata minus, mata rabun jauh, dan bahkan kebutaan.
Luka pada retina dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Katarak
- Glaukoma
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Trauma mata
- Infeksi mata
Luka pada retina dapat menyebabkan ukuran minus mata yang berubah-ubah. Hal ini karena retina yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik untuk memfokuskan cahaya ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram dan ukuran minus mata dapat berubah-ubah.
Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut, maka segeralah periksakan diri ke dokter mata:
- Penglihatan buram
- Mata berbayang
- Mata merah
- Nyeri pada mata
- Pandangan ganda
Pemeriksaan mata yang menyeluruh dapat membantu dokter mata untuk mendiagnosis penyebab luka pada retina dan menentukan jenis pengobatan yang tepat.
Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi luka pada retina:
- Operasi laser
- Operasi bedah
- Obat-obatan
Jenis pengobatan yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kondisi luka pada retina dan tingkat keparahannya.
Dengan pengobatan yang tepat, luka pada retina dapat diobati dan ukuran minus mata dapat distabilkan. Namun, penting untuk diingat bahwa luka pada retina dapat menyebabkan kebutaan jika tidak segera diobati.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, maka segeralah periksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Tips Pencegahan Luka pada Retina
Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah luka pada retina:
- Mengontrol tekanan darah
- Mengontrol kadar gula darah
- Menjaga kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan tidak merokok
- Melindungi mata dari paparan sinar matahari yang berlebihan
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin
Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat membantu melindungi mata Anda dari luka pada retina dan menjaga penglihatan Anda tetap sehat. Jika #CahayaPeople mengalami perubahan yang signifikan pada ukuran resep dan terus berganti tanpa menemukan kecocokan, maka #CahayaPeople perlu segera memeriksakannya ke dokter mata.
