Stroke mata mungkin terdengar asing buat sebagian orang, tapi kondisi ini nyata dan bisa terjadi pada siapa saja. Sama seperti stroke di otak, penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah di retina tersumbat, sehingga aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke mata terhambat.
Akibatnya, penglihatan bisa terganggu secara tiba-tiba atau bertahap. Masalah ini jelas nggak bisa disepelekan, karena kalau terlambat ditangani, bisa berujung pada kebutaan permanen.
Biar kita semua makin paham, yuk kita bahas apa itu stroke mata, penyebabnya, gejalanya, sampai cara mencegahnya.
Oh iya, nanti di akhir juga ada tips supaya mata tetap sehat dan nyaman, termasuk pilihan kacamata yang bisa bantu jaga penglihatan.
Baca juga: Satu Mata Bisa Memiliki Dua Pupil? Kok bisa?
Penyebab Stroke Mata
Stroke pada mata dapat disebabkan oleh pembekuan darah yang terjadi di retina atau dari organ tubuh lain yang memasok darah ke retina. Selain itu, sumbatan pembuluh darah retina juga dapat terjadi akibat adanya plak yang menyumbatnya.
Beberapa kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, glaukoma, penyakit kardiovaskular, dan gangguan darah lainnya dapat menjadi pemicu stroke mata.
Selain faktor-faktor tersebut, ada juga faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami stroke pada mata. Melansir dari artikel alodokter.com beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini adalah antara lain:
- Usia di atas 40 tahun
- Merokok
- Penggunaan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB
- Riwayat cedera mata
- Kehamilan
- Penyakit ginjal
- Gangguan pembekuan darah, seperti anemia sel sabit
- Penyempitan pembuluh darah leher (karotis)
- Gangguan irama jantung
- Vaskulitis, yaitu peradangan pada dinding dinding pembuluh darah
Gejala Stroke Mata
Biasanya, stroke pada mata hanya mempengaruhi satu mata. Gejala dari kondisi ini dapat muncul secara bertahap dalam beberapa jam, beberapa hari, atau bahkan secara mendadak. Gejala yang dapat muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini meliputi:
- Gangguan penglihatan yang biasanya tidak disertai dengan nyeri pada mata
- Floaters, yaitu pandangan seperti berkunang-kunang atau munculnya bintik-bintik putih pada penglihatan
- Penglihatan kabur yang terus memburuk di sebagian atau kedua mata
- Kehilangan penglihatan seluruhnya yang bisa terjadi sementara atau permanen

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter spesialis mata. Tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, stroke mata dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada mata, seperti:
- Pembengkakan makula, yaitu peradangan pada makula atau bagian tengah retina
- Neovaskularisasi, yaitu munculnya pembuluh darah abnormal pada retina
- Glaukoma neovaskular, yaitu tekanan yang terasa sakit akibat terbentuknya pembuluh darah baru
Diagnosis Stroke Mata
Jika Anda memiliki risiko tinggi untuk mengalami stroke pada mata atau mengalami gejala yang mengindikasikan adanya stroke pada mata, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.
Dokter mata akan melakukan pemeriksaan yang teliti, termasuk menanyakan riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik pada mata menggunakan oftalmoskopi, dan mengukur tekanan di dalam bola mata. Selain itu, pemeriksaan lain yang dilakukan untuk mendiagnosis stroke pada mata adalah:
- Tes lapang pandang, yaitu pemeriksaan yang digunakan untuk menguji penglihatan tepi atau lapang pandang mata
- Angiografi mata, yaitu prosedur medis menggunakan zat kontras yang disuntikkan ke dalam aliran darah. Angiografi mata dilakukan untuk mengetahui pembuluh darah yang mengalami penyumbatan
- Optical coherence tomography (OCT), yaitu tes pencitraan yang digunakan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi di dalam retina
- Slit-lamp, yaitu pemeriksaan retina menggunakan mikroskop khusus untuk mencari tahu berbagai keluhan atau kelainan di retina
Umumnya stroke mata disebabkan oleh penyakit lain, sehingga dokter pun akan menyarankan Anda menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol, serta pemeriksaan jantung.
Baca juga: Mata Bergetar Terus Menerus, Ada Apa?
Pengobatan Stroke Mata
Umumnya stroke mata disebabkan oleh penyakit lain, sehingga dokter pun akan menyarankan Anda menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol, serta pemeriksaan jantung.
- Memijat daerah sekitar mata untuk memperlebar pembuluh darah di retina.
- Memberikan obat-obatan, seperti penghancur gumpalan darah, kortikosteroid tetes mata, dan obat untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata.
- Memberikan campuran karbon dioksida dan oksigen untuk dihirup agar pembuluh darah retina melebar.
- Membuang sebagian carian dari mata agar aliran darah ke retina kembali normal.
- Melakukan terapi laser.
- Memberikan terapi oksigen bertekanan tinggi atau hiperbarik.
Di samping itu, kondisi lain yang menyebabkan timbulnya pembekuan darah juga harus diobati. Semakin cepat pengobatan diberikan, semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan penglihatan Anda.
Pencegahan Stroke Mata
Meskipun stroke mata tidak dapat sepenuhnya dicegah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya. Langkah pencegahan tersebut antara lain:
- Berhenti merokok.
- Mengontrol kadar gula darah jika Anda berisiko terkena atau sedang menderita diabetes.
- Mengontrol tekanan darah agar selalu dalam batas normal.
- Memeriksakan kadar kolesterol Anda secara rutin. Apabila terlalu tinggi, lakukanlah diet, olahraga teratur, atau minum obat penurun kolesterol.
- Menjaga berat badan ideal.

Terlebih lagi, menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan memeriksakan mata secara berkala ke dokter mata merupakan tindakan awal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya stroke mata.
Melalui medical check up tersebut, risiko terkena penyakit yang menjadi penyebab stroke mata dapat terdeteksi lebih awal sehingga dapat ditangani sebelum stroke mata benar-benar terjadi.

