Apa Itu Imlek? Sejarah, Makna, Tradisi, dan Keunikannya di Indonesia

Apa Itu Imlek

Apa itu Imlek sering kali menjadi pertanyaan yang muncul setiap awal tahun, apalagi saat suasana kota mulai dipenuhi warna merah, lampion, dan ucapan “Gong Xi Fa Cai”.

Banyak orang ikut merayakan atau menikmati kemeriahnya, tapi belum tentu benar-benar paham makna di balik perayaan Imlek itu sendiri.

Padahal, Imlek bukan sekadar pergantian tahun biasa, melainkan momen penuh makna yang sarat nilai budaya, sejarah, dan harapan baru.

Di artikel ini, kita akan membahas apa itu Imlek secara lengkap namun tetap ringan: mulai dari pengertian, sejarah, tradisi, hingga keunikan perayaan Imlek di Indonesia yang bikin perayaan ini terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sejarah Valentine: Dari Kisah Tragis hingga Tradisi Cinta Modern

Apa Itu Imlek? Pengertian yang Sederhana dan Mudah Dipahami

Secara sederhana, Imlek adalah perayaan Tahun Baru dalam kalender Tionghoa yang didasarkan pada perhitungan kalender lunar (bulan). Kata Imlek sendiri berasal dari dialek Hokkien, di mana:

  • Im berarti bulan
  • Lek berarti penanggalan atau kalender

Jadi, Imlek bisa diartikan sebagai pergantian tahun berdasarkan penanggalan bulan. Karena menggunakan kalender lunar, tanggal Imlek setiap tahunnya selalu berubah jika dilihat dari kalender Masehi, biasanya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari.

Imlek juga sering disebut sebagai Tahun Baru Cina atau Chinese New Year, dan menjadi salah satu perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia.

Sejarah Singkat Perayaan Imlek

Sejarah Singkat Perayaan Imlek

Sejarah Imlek sudah berlangsung ribuan tahun dan berakar kuat dalam budaya Tionghoa. Pada awalnya, Imlek berkaitan erat dengan siklus pertanian.

Masyarakat Tiongkok kuno merayakan pergantian tahun sebagai simbol berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim tanam yang baru.

Salah satu cerita yang paling dikenal dalam sejarah Imlek adalah legenda monster Nian. Konon, monster ini muncul setiap akhir tahun dan mengganggu manusia.

Masyarakat kemudian menyadari bahwa Nian takut pada suara keras, api, dan warna merah. Dari sinilah tradisi petasan, lampion, dan dekorasi merah mulai digunakan dalam perayaan Imlek.

Hingga kini, simbol-simbol tersebut masih digunakan sebagai lambang perlindungan, keberuntungan, dan pengusir energi buruk di tahun yang baru.

Makna Perayaan Imlek bagi Masyarakat Tionghoa

Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan hanya tentang pesta atau tradisi tahunan. Imlek memiliki makna yang lebih dalam, antara lain:

1. Awal yang Baru

Imlek menjadi simbol untuk membuka lembaran baru, meninggalkan hal-hal kurang baik di tahun sebelumnya, dan menyambut harapan yang lebih baik.

2. Kebersamaan Keluarga

Salah satu inti perayaan Imlek adalah reuni keluarga. Anggota keluarga berkumpul, makan bersama, dan saling mendoakan kebaikan.

3. Doa untuk Rezeki dan Kesehatan

Imlek juga dimaknai sebagai momen untuk berharap rezeki lancar, kesehatan terjaga, dan kehidupan yang lebih harmonis.

Makna inilah yang membuat Imlek terasa hangat dan emosional, bukan sekadar perayaan seremonial.

Tradisi-Tradisi Imlek yang Paling Dikenal

apa itu imlek

1. Bagi-Bagi Angpao

Angpao adalah amplop merah berisi uang yang biasanya diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda. Angpao bukan soal nominal, tapi simbol doa dan harapan baik.

2. Dominasi Warna Merah

Warna merah dipercaya melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif. Itu sebabnya dekorasi Imlek hampir selalu identik dengan warna merah.

3. Makanan Khas Imlek

Beberapa makanan yang sering muncul saat Imlek antara lain:

Kue keranjang, simbol kehangatan dan kelekatan keluarga
Jeruk mandarin, lambang keberuntungan dan kemakmuran
Ikan, yang melambangkan kelimpahan rezeki

Setiap makanan bukan hadir tanpa alasan, semuanya punya filosofi tersendiri.

Keunikan Perayaan Imlek di Indonesia

Inilah bagian yang membuat Imlek di Indonesia terasa sangat spesial. Perayaan Imlek di Indonesia tidak hanya bersifat budaya, tapi juga mengalami adaptasi lokal yang unik.

Sumber dari officeholiday.com mengatakan Di Indonesia, Imlek sudah menjadi hari libur nasional sejak tahun 2003, menandai pengakuan resmi negara terhadap perayaan ini sebagai bagian dari kalender nasional yang dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sumber lain dari party.alibaba.com juga mengatakan bahwa, perayaan Imlek sempat dibatasi di masa Orde Baru, namun setelah era Reformasi, Indonesia membuka ruang ekspresi budaya yang lebih inklusif dan menjadikan Imlek sebagai hari libur resmi yang diperingati setiap tahun.

Penetapan Imlek sebagai hari libur nasional menjadi simbol penting pengakuan keberagaman budaya di Indonesia dan memperkuat nilai toleransi antar masyarakat.

Adaptasi Budaya Lokal

Salah satu contoh paling menarik adalah hadirnya Lontong Cap Go Meh, hidangan khas perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa yang populer di beberapa daerah Indonesia. Ini menunjukkan bagaimana budaya Imlek beradaptasi dan menyatu dengan tradisi lokal.

Di kota-kota seperti Jakarta, Medan, Singkawang, dan Surabaya, perayaan Imlek juga sering diwarnai dengan festival budaya, barongsai, hingga bazar kuliner yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum, tanpa memandang latar belakang etnis.

Baca juga: Frame Kacamata Pria yang Lagi Trend: Panduan Lengkap Pilih Model yang Stylish & Nyaman

Imlek di Era Modern

apa itu imlek

Seiring perkembangan zaman, cara merayakan Imlek juga ikut berubah. Di era digital, ucapan Imlek tidak lagi terbatas pada kartu fisik, tapi juga lewat media sosial, chat, dan video call.

Meski begitu, nilai utama Imlek tetap sama: kebersamaan, harapan, dan rasa syukur. Bahkan kini, banyak masyarakat non-Tionghoa ikut merayakan Imlek dengan cara sederhana, seperti memberi ucapan, menghadiri festival, atau menikmati kuliner khas Imlek.

Menurut Encyclopaedia Britannica, Chinese New Year (Imlek) merupakan perayaan yang terus berkembang dan dirayakan secara global, tidak hanya oleh etnis Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat lintas budaya.

Hal ini menunjukkan bahwa Imlek sudah menjadi perayaan budaya yang bersifat universal.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Imlek (FAQ)

Imlek itu hari apa?
Imlek adalah hari pertama dalam kalender lunar Tionghoa yang menandai pergantian tahun.

Imlek dirayakan berapa hari?
Secara tradisi, rangkaian Imlek berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh.

Kenapa angpao identik dengan Imlek?
Karena angpao melambangkan doa, keberuntungan, dan harapan baik bagi penerimanya.

Apa beda Imlek dan Cap Go Meh?
Imlek adalah hari pertama Tahun Baru Tionghoa, sedangkan Cap Go Meh adalah penutup rangkaian perayaannya.

Apakah Imlek hanya dirayakan oleh orang Tionghoa?
Tidak. Di Indonesia, Imlek sering dirayakan secara terbuka dan inklusif oleh berbagai kalangan.

Penutup

Seperti makna Imlek yang identik dengan awal yang baru dan harapan yang lebih baik, momen ini juga sering dimanfaatkan untuk mulai lebih peduli pada kesehatan diri, termasuk kesehatan mata.

Aktivitas harian yang semakin padat dan intens menatap layar membuat pemeriksaan mata secara rutin menjadi hal yang penting.

Bagi kamu yang berdomisili di Surabaya dan ingin memulai tahun dengan kondisi mata yang lebih nyaman, Optik Cahaya Truevue menyediakan pemeriksaan mata yang cepat, akurat, dan dilayani dengan ramah, sehingga cek mata terasa lebih praktis tanpa mengganggu aktivitas.

untuk informasi lebih lanjut: