Kalau kamu pernah bertanya-tanya kapan sebaiknya periksa mata, sebenarnya jawabannya nggak selalu sama untuk semua orang.
Mata adalah salah satu aset paling berharga yang kita punya, tapi sering kali justru jadi hal yang paling jarang dicek. Apalagi kalau nggak ada gejala apa-apa, kita suka merasa baik-baik saja. Padahal, banyak masalah mata berkembang tanpa tanda awal yang jelas.
Di artikel ini, kita bahas dengan santai tentang pentingnya cek mata rutin, siapa saja yang wajib lebih sering periksa, dan apa yang bakal kamu alami selama pemeriksaan berlangsung.
Baca juga: Optik Cahaya Truevue PTC: Koleksi Frame Super Lengkap di PTC Mall Surabaya
Kenapa Pemeriksaan Mata Rutin Itu Penting?
Pemeriksaan mata itu ibarat “servis rutin” untuk mata. Nggak selalu harus nunggu rusak dulu baru dibenerin. Berikut manfaatnya:
1. Deteksi Dini Masalah Mata
Beberapa penyakit mata—seperti glaukoma, katarak, atau degenerasi makula—bisa muncul tanpa gejala apa pun di awal. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi tanda-tanda awal sebelum kondisinya parah.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), banyak penyakit mata serius tidak menunjukkan gejala di fase awal sehingga pemeriksaan rutin sangat direkomendasikan.
2. Menjaga Penglihatan Tetap Nyaman
Kalau kamu punya minus, silinder, atau plus, periksa mata rutin membantu memastikan ukuran kacamatamu tetap sesuai. Penglihatan yang tidak terkoreksi dengan baik bisa bikin cepat pusing, tegang leher, dan susah fokus.
3. Memantau Kondisi Mata yang Sudah Ada
Beberapa penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi bisa memengaruhi mata tanpa gejala awal.
Menurut National Eye Institute (NEI), kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah retina dan menyebabkan diabetic retinopathy, salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling umum pada penderita diabetes.
Pemeriksaan mata yang mencakup dilated eye exam direkomendasikan setidaknya setahun sekali untuk mendeteksinya sejak dini.
4. Pencegahan Kerusakan Mata Lebih Lanjut
Beberapa kasus kerusakan mata bisa dicegah atau diperlambat jika terdeteksi sedini mungkin.
Pemeriksaan rutin membantu dokter menemukan tanda-tanda awal seperti katarak, glaukoma, atau kerusakan retina, sehingga perawatan yang tepat bisa dilakukan lebih cepat.
Kapan Sebaiknya Berkunjung ke Dokter Mata?

1. Dewasa Sehat
Kalau kamu tidak punya keluhan dan tidak ada riwayat penyakit mata, pemeriksaan mata setiap 1–2 tahun biasanya sudah cukup. Ini membantu memastikan semuanya tetap aman dan stabil.
2. Anak-anak
Anak-anak memerlukan pemeriksaan mata sejak usia dini karena penglihatan sangat berpengaruh pada proses belajar. Pemeriksaan biasanya dimulai sejak usia 6–12 bulan, lalu diulang setiap 1–2 tahun.
3. Pengguna Kacamata atau Softlens
Kalau kamu pakai kacamata atau lensa kontak, pemeriksaan mata idealnya dilakukan setahun sekali. Selain untuk update ukuran, pemeriksaan juga mengecek kesehatan kornea dan risiko iritasi akibat penggunaan softlens.
4. Ada Riwayat Penyakit Mata atau Faktor Risiko
Jika kamu punya riwayat keluarga glaukoma, diabetes, atau tekanan darah tinggi, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan lebih sering. Risiko lebih tinggi berarti butuh pemantauan ekstra.
5. Saat Mengalami Gejala Tertentu
Segera periksa jika mengalami:
- Mata merah berkelanjutan
- Pandangan kabur tiba-tiba
- Sakit kepala saat membaca
- Silau ekstrem
- Floaters atau kilatan cahaya
Gejala ini bisa jadi tanda kondisi yang butuh penanganan cepat.
Apa yang Terjadi Saat Pemeriksaan Mata?

1. Tes Ketajaman Penglihatan
Ini tes standar dengan huruf-huruf besar kecil. Tujuannya untuk mengetahui seberapa jelas kamu melihat.
2. Pemeriksaan Tekanan Mata
Digunakan untuk mendeteksi glaukoma. Alat tonometer mengukur tekanan bola mata dengan cara yang cepat dan tidak menyakitkan.
3. Pemeriksaan Retina
Dokter akan melihat kondisi retina, pembuluh darah, dan saraf mata menggunakan alat khusus. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi masalah seperti retinopati, katarak, atau degenerasi makula.
4. Uji Refraksi
Inilah bagian yang menentukan ukuran minus/plus/silinder. Kamu akan melihat berbagai lensa dan memilih mana yang paling jelas.
5. Pemeriksaan Struktur Mata Lainnya
Mulai dari kornea, kelopak mata, hingga konjungtiva untuk melihat tanda-tanda infeksi atau iritasi.
Jangan Lupa: Softlens & Cairan Softlens Juga Butuh Perhatian Khusus
Buat kamu yang menggunakan softlens, kesehatan mata harus ekstra dijaga. Di Optik Cahaya Truevue, kamu bisa menemukan:
- Softlens premium dengan warna natural maupun bening
- Softlens harian, bulanan, hingga tahunan
- Cairan softlens lengkap dari merek terpercaya seperti AO Sept, Renu, Complete, dan lainnya
Pemeriksaan mata setahun sekali sangat dianjurkan untuk pengguna softlens, supaya kondisi kornea tetap aman dan mencegah risiko infeksi.
Kesimpulan
Pemeriksaan mata itu bukan hal yang ribet, kok. Justru pemeriksaan rutin membantu kamu menjaga kesehatan mata jangka panjang, mendeteksi masalah sejak awal, dan memastikan penglihatan tetap optimal.
Baik anak-anak, dewasa, pengguna kacamata, hingga pengguna softlens—semua butuh kontrol mata secara berkala.
Kalau kamu merasa mulai sering pusing, pandangan kabur, atau mata cepat lelah, itu tanda simple untuk mulai cek kondisi mata kamu.
Dan kalau kamu di Surabaya, kamu bisa periksa langsung di Optik Cahaya Truevue—cepat, nyaman, dan hasilnya akurat.
- Cabang Panjang Jiwo
Alamat : Jl. Raya Panjang Jiwo Permai 1 B – 18, Surabaya
No WA : 0812-4902-7643 - Cabang Lontar
Alamat : Jl. Raya Lontar No.95, Seberang Medpoint, Surabaya
No WA : 0812-1781-0736 - Cabang PTC
Alamat : Pakuwon Trade Center Lt Ground D05-01, Surabaya
No WA 1 : 0878-5278-8383
No WA 2 : 0812-3239-5225

