Memilih Frame Kacamata yang Tepat: Panduan Lengkap Berdasarkan Material

Memilih frame kacamata yang tepat itu bukan cuma soal gaya, tapi juga soal kenyamanan, ketahanan, dan cocok atau nggaknya buat kebutuhan sehari-hari kamu.

Kalau kamu pakai kacamata setiap hari—baik untuk kerja, baca, atau sekadar gaya—memilih material frame yang pas bisa bikin pengalaman pakai kacamata jauh lebih menyenangkan.

Sekarang, pilih-pilih kacamata udah kayak pilih smartphone: opsinya banyak, desainnya beragam, dan teknologinya juga makin canggih. Ada material yang ringan banget, ada yang super kuat, ada juga yang tampilannya mewah.

Jadi, kalau mau beli frame baru, penting banget untuk tahu karakteristik setiap bahan supaya nggak nyesel di kemudian hari.

Selain bentuk dan ukuran, material frame punya pengaruh besar terhadap kenyamanan dipakai seharian, daya tahan terhadap benturan atau panas, dan bahkan kesehatan kulit kamu—terutama kalau punya alergi tertentu.

Nah, biar nggak bingung, yuk kita bahas satu-satu material frame kacamata yang populer, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Baca juga: Perawatan Khusus untuk Kacamata Anak yang Aktif di Olahraga: Mengurangi Risiko Kerusakan

1. Plastik

Zyl (Cellulose Acetate)  

Kalau kamu tipe orang yang suka warna-warna bold, motif unik, atau desain yang eye-catching, Zyl bisa jadi pilihan. Bahan ini ringan, terjangkau, dan gampang dibentuk dengan berbagai warna. Banyak brand kacamata fashion yang pakai bahan ini karena fleksibilitas warnanya.

Ada juga tren laminated zyl frames—frame plastik dengan lapisan warna berbeda yang bikin efek visual keren dan unik. Cocok buat kamu yang pengin tampil beda tanpa mengorbankan kenyamanan.

Cellulose Acetate Propionate  

Ini versi plastik berbasis nylon yang hypoallergenic (aman buat kulit sensitif), ringan banget, dan tampilannya lebih glossy dibanding plastik biasa.

Enak banget dipakai seharian, apalagi kalau kamu gampang berkeringat atau sering beraktivitas outdoor.

Nylon dan Blended Nylon  

Nylon pertama kali dipakai buat frame di tahun 1940-an, tapi karena rapuh, sekarang lebih banyak dipakai dalam bentuk blended nylon (campuran polyamides, co-polyamides, atau gliamides).
Hasilnya?

Frame yang lentur, kuat, tahan panas dan dingin—makanya banyak dipakai di kacamata sport dan safety glasses.

Kelemahan Plastik  

Meskipun ringan dan warna-warni, plastik cenderung lebih gampang patah dibanding logam. Warna juga bisa pudar kalau sering kena matahari. Tapi tenang, teknologi plastik sekarang udah jauh lebih kuat daripada dulu.

Contoh frame berbahan plastik:

2. Metal

Monel  

Ini campuran berbagai logam yang umum banget dipakai buat frame. Kuat, tahan karat, dan mudah dibentuk.

Kebanyakan monel udah aman untuk kulit, tapi buat kamu yang super sensitif, pastikan ada lapisan tambahan seperti palladium supaya nggak iritasi.

Contoh frame berbahan metal:

3. Titanium

Titanium dan Beta-Titanium  

Titanium itu ibarat “Ferrari-nya” material frame—ringan banget, kuat, tahan karat, dan hypoallergenic. Desainnya biasanya sleek dan modern.

Kalau mau hemat sedikit, ada juga paduan titanium dengan logam lain. Masih kuat, tapi harganya lebih bersahabat.

Contoh frame berbahan titanium:

4. Stainless Steel

Stainless steel adalah pilihan yang populer karena kuat, tahan karat, dan ramah di kantong. Kadang dipakai untuk frame tipis yang elegan tapi tetap kokoh. Versi surgical stainless malah lebih aman buat kulit sensitif.

5. Flexon

Kalau kamu tipe orang yang suka kacamata tahan banting, Flexon adalah jawabannya. Material ini bisa kembali ke bentuk semula setelah ditekuk.

Cocok buat anak kecil, orang yang sering lupa naruh kacamata, atau yang kerjanya banyak gerak.

6. Aluminum

Aluminium dipakai di banyak produk high-end karena ringan, anti karat, dan punya look yang premium. Biasanya dipakai buat desain minimalis tapi elegan. Kekurangannya, nggak sefleksibel bahan lain, jadi penyesuaian ukuran kadang agak susah.

7. Gold Plate

Kalau mau tampil super mewah, ada frame berlapis emas. Jarang dipakai buat full frame, biasanya cuma aksen. Cocok banget kalau kamu mau kacamata yang jadi fashion statement.

Memilih Frame Kacamata yang Tepat: Panduan Lengkap Berdasarkan Material

8. Wood & Horn

Buat kamu yang nyari kacamata handmade dengan sentuhan alami, frame kayu atau tanduk bisa jadi pilihan. Setiap frame unik karena pola seratnya beda-beda. Kelemahannya, lebih kaku dan butuh perawatan ekstra.

Baca juga: Memilih Lensa Kacamata yang Tepat: Panduan Lengkap Berdasarkan Kebutuhan Anda

Tips Memilih Material Frame yang Tepat

  • Prioritaskan kenyamanan – Frame bagus kalau dipakai lama nggak bikin pusing atau nyeri di hidung/telinga.
  • Pertimbangkan alergi – Kalau kulit sensitif, cari material hypoallergenic seperti titanium atau propionate.
  • Cocokkan dengan aktivitas – Untuk olahraga, pilih nylon blend atau flexon. Untuk kerja kantoran, titanium atau stainless steel bisa jadi pilihan.
  • Sesuaikan gaya – Frame plastik penuh warna untuk look kasual, logam tipis untuk look profesional.

Kesimpulan

Memilih frame kacamata yang tepat itu soal menemukan balance antara gaya, kenyamanan, dan fungsi. Setiap material punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kalau kamu sudah tahu karakteristik tiap bahan, kamu bisa lebih mudah menentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupmu.

Nah, kalau kamu masih bingung mau pilih yang mana, Optik Cahaya Truevue punya banyak pilihan frame mulai dari plastik colorful sampai titanium premium.

Semua frame di sini sudah lolos Quality Control, jadi kualitasnya terjamin. Bahkan ada garansi all-risk untuk frame Mr & Mrs Cool—jadi kamu bisa pakai kacamata tanpa khawatir.

Langsung aja datang ke Optik Cahaya Truevue dan temukan frame idamanmu sekarang. Biar penglihatan makin jelas dan gaya makin on point!