Mengenal Ortho-K, Teknik Kontrol Myopia Tanpa Operasi

Salah satu masalah penglihatan yang umum terjadi adalah Miopia atau rabun jauh. Kontrol terhadap perkembangan rabun jauh sangat penting untuk dilakukan karena terus terjadi peningkatan pengidap di tiap tahunnya di seluruh dunia. Salah satu cara alternatif untuk kontrol dan manajemen miopia adalah Orthokeratology atau yang sering disebut dengan Ortho-K. Apa sih Ortho-K itu? Yuk ikuti pembahasan mimin kali ini.

Mengapa kontrol miopia perlu dilakukan?

Rabun jauh atau miopia merupakan gangguan refraksi yang menyebabkan penglihatan jarak jauh memburuk. Penderita miopia akan kesulitan untuk mengidentifikasi benda pada atau objek yang berada jauh. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan miopia termasuk genetik serta perilaku visual. Kebiasaan buruk terkait dengan perilaku visual berkontribusi pada perkembangan miopia. Menghabiskan waktu yang lama dalam aktivitas dekat juga berperan dalam perkembangan miopia. Bahkan derajat miopia yang tinggi dikaitkan dengan kondisi yang dapat mengancam penglihatan seperti katarak, glaukoma, ablasio retina, makulopati miopia, dan lainnya. Oleh karena itu, kontrol miopia sangat diperlukan.

Ortho-K Sebagai Kontrol Myopia

Ortho-K merupakan sebuah teknik perawatan miopi tanpa operasi. Perawatan ini mengacu pada penggunaan lensa kontak permeabel gas, yang dipakai saat pasien tidur dan dilepas saat bangun tidur. Lensa orthokeratology menciptakan perubahan dalam bentuk kornea untuk mengoreksi kelainan refraksi terutama miopia.

Dimana orthokeratology sering digunakan untuk memperbaiki masalah penglihatan pada penderita miopia dengan derajat yang rendah hingga sedang. Dengan pemakaian lensa orthokeratology secara teratur maka kelainan refraksi seperti miopi dapat diperbaiki. Sehingga, kacamata atau lensa kontak tidak harus dipakai di siang hari.

Setiap desain lensa orthokeratology memiliki bentuk yang berbeda. Karena pembuatan lensa orthokeratology didasarkan pada peta kornea setiap pasien. Sebelum prosedur perawatan orthokeratology dimulai, pasien akan menjalani pemeriksaan secara komprehensif serta pemetaan kornea melalui topografi kornea. Hasil dari topografi kornea tersebut menjadi dasar atau cetakan yang digunakan dalam pembuatan lensa orthokeratology.

Dimana fitur umum yang ada pada lensa orthokeratology terdiri dari diameter yang lebih besar, zona optik, dan kurva sekunder. Orthokeratology meratakan permukaan kornea secara lembut dan signifikan, yang kemudian mampu menurunkan stimulus untuk pertumbuhan mata. Sehingga, dapat menghentikan perkembangan miopia.

Apa keuntungan menggunakan Ortho-K?

Perawatan menggunakan Ortho-K menghasilkan perbaikan kornea untuk mengoreksi penglihatan. Dan menghasilkan perubahan kornea perifer untuk kontrol miopia. Dengan teknologi orthokeratology yang sepenuhnya disesuaikan dengan kondisi pasien, maka dapat mengoptimalkan efek kontrol miopia.

Selain itu, hasil perawatan orthokeratology bersifat reversible. Hal ini berarti bahwa, apabila perawatan orthokeratology dihentikan, maka tidak ada dampak serius pada mata, dan permukaan mata akan kembali ke bentuk semula. Oleh karena itu, orthokeratology menjadi alternatif perawatan miopia yang aman, nyaman dan lebih efektif.

Orthokeratology menjadi pilihan perawatan miopi tanpa operasi yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Orthokeratology telah terbukti dapat mengurangi perkembangan miopia dengan memperlambat pemanjangan panjang aksial mata hingga 50%.  Anak-anak (usia 8-12 tahun) yang menggunakan lensa orthokeratology, perkembangan miopia hampir berkurang setengahnya selama tahun pertama pengobatan. Tentu ini menjadi perawatan tanpa operasi yang aman dan efektif bagi siapa saja yang membutuhkan koreksi penglihatan.

Apa kekurangan dari Ortho-K

Meskipun Ortho-K memiliki hasil koreksi  yang reversible dan tanpa operasi, teknik ini masih memiliki kekurangan dan resiko. Salah satu kekurangan metode ini adalah hasil yang kurang presisi dibandingkan dengan metode Lasik. Lasik memiliki efek mengurangi myopia lansung begitu operasi selesai dilakukan. Sedangakan Ortho-K membutuhkan waktu dan konsistensi untuk mencapai hasil maksimal. Selain itu, karena ortho-k bukan merupakan tindakan operasi, hasil yang diharapkan tidak akan se-presisi tindakan Lasik.

Kesimpulan dari mimin, Ortho-K merupakan salah satu tindakan yang dapat dipertimbangkan, tentunya dengan kesiapan untuk segala resikonya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mata dengan menambah durasi waktu “Out Time” sebagai tindakan kontrol miopia yang murah dan mudah dilakukan semua kalangan.

Baca juga yuk artikel mimin tentang “Out Time sebagai solusi kontrol Myopia”