Rabun senja atau dalam istilah medis disebut nyctalopia, adalah kondisi yang seringkali diremehkan, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas kamu, terutama saat malam hari.
Kita sering mengira kondisi ini normal seiring bertambahnya usia, atau hanya karena mata sedang lelah. Padahal, rabun senja bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala yang mengisyaratkan ada masalah mendasar pada mata kamu, terutama pada bagian retina.
Jadi, apa sebenarnya rabun senja itu, dan apa saja penyebabnya? Yuk, kita bedah lebih dalam dengan bahasa yang mudah dipahami!
Baca juga: Memahami Jenis-Jenis Gangguan Penglihatan: Kapan Anda Memerlukan Kacamata?
Gejala Khas Rabun Senja: Bukan Sekadar Buta Ayam
Banyak orang menyebut rabun senja sebagai “buta ayam” karena kesulitan melihat saat cahaya minim. Namun, gejalanya lebih spesifik dari sekadar itu.
Coba cek, apakah kamu mengalami tanda-tanda berikut?
- Kesulitan Beradaptasi: Mata butuh waktu sangat lama untuk menyesuaikan diri saat kamu berpindah dari tempat terang (misalnya, ruangan berlampu) ke tempat gelap (misalnya, area parkir malam hari).
- Silau Berlebihan: Kamu merasa sangat silau saat melihat lampu kendaraan atau lampu jalan di malam hari. Kondisi ini membuat mengemudi di malam hari menjadi berbahaya.
- Penglihatan Kabur di Area Redup: Kamu kesulitan mengenali wajah, membaca papan nama, atau melakukan aktivitas ringan saat pencahayaan tidak memadai.
- Sering Tersandung atau Salah Langkah: Karena penglihatan periferal (lapang pandang) menurun drastis di malam hari, kamu jadi lebih mudah tersandung.
Jika gejala ini mulai mengganggu kualitas hidupmu, ini adalah sinyal penting bahwa sel-sel di mata kamu, khususnya sel batang retina yang bertugas menerima cahaya redup, sedang mengalami masalah.
Penyebab Utama Rabun Senja yang Harus Kamu Tahu

Seperti yang sudah disebutkan, nyctalopia adalah gejala. Artinya, ada beberapa kondisi kesehatan utama yang menjadi pemicunya. Beberapa di antaranya bisa diatasi dengan mudah, lho!
1. Kekurangan Vitamin A (Defisiensi)
Ini adalah penyebab rabun senja yang paling umum dan seringkali dialami oleh anak-anak, remaja, bahkan ibu muda (terutama saat hamil dan menyusui). Kenapa Vitamin A sangat vital?
Menurut sumber dari kompas.com, Vitamin A, atau Retinol, berperan penting dalam pembentukan Rhodopsin. Rhodopsin adalah pigmen yang ada di dalam sel batang retina.
Pigmen inilah yang memungkinkan sel batang bekerja dan bergenerasi terus menerus agar kita bisa melihat dengan baik saat gelap. Ketika Vitamin A kurang, produksi Rhodopsin terganggu, dan mata pun kesulitan melihat di kondisi cahaya redup.
2. Rabun Jauh (Miopi)
Yup, kamu tidak salah baca. Miopi atau mata minus yang parah juga bisa memicu rabun senja. Kenapa? Pada penderita miopi, cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di retina. Ketika cahaya minim, pupil (bagaikan jendela) akan melebar untuk menangkap lebih banyak cahaya.
Pelebaran ini justru memperburuk fokus cahaya pada mata miopi, sehingga pandangan malam hari terasa lebih kabur dibandingkan orang bermata normal.
Solusi untuk kondisi ini seringkali sesederhana menggunakan kacamata atau lensa kontak dengan resep yang tepat dan terbaru.
Kacamata bisa membantu memfokuskan cahaya dengan benar pada retina, mengurangi ketidaknyamanan saat berkendara di malam hari.
3. Katarak
Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Kondisi ini sering dikaitkan dengan usia lanjut, namun bisa juga terjadi pada usia lebih muda (terutama penderita diabetes). Lensa yang keruh ini menghalangi cahaya untuk masuk secara normal ke dalam mata.
Akibatnya, pandangan menjadi buram, dan gejala ini akan sangat terasa saat malam hari atau saat cahaya redup.
Bila rabun senja disebabkan oleh katarak, penanganannya mungkin melibatkan operasi katarak untuk mengganti lensa yang keruh dengan lensa buatan yang jernih.
4. Retinitis Pigmentosa (RP)
Ini adalah penyebab yang lebih jarang, biasanya bersifat genetik atau keturunan. RP menyebabkan kerusakan progresif pada sel batang retina.
Gejala awalnya sering berupa kesulitan melihat di malam hari (rabun senja), yang kemudian diikuti dengan penyempitan lapang pandang (tunnel vision).
Menurut Siloam Hospitals rabun senja yang disebabkan oleh faktor genetik seperti Retinitis Pigmentosa cenderung sulit dicegah. Namun, meminimalkan keparahan kondisi bisa dilakukan dengan pemeriksaan mata rutin.
Kapan Harus Periksa ke Optik atau Dokter Mata?
Jangan tunda! Jika kamu (atau anakmu) mengalami kesulitan melihat saat cahaya redup yang sudah mengganggu, terutama saat mengemudi, berolahraga, atau berjalan di malam hari, segera ambil tindakan.
Mengapa pemeriksaan mata rutin itu penting, bahkan jika kamu merasa baik-baik saja?
- Deteksi Dini: Dokter mata atau Optometris di optik bisa melakukan tes refraksi untuk memastikan apakah rabun senja kamu disebabkan oleh Miopi yang belum dikoreksi dengan tepat.
- Pengecekan Retina: Pemeriksaan mata secara komprehensif (melibatkan pengecekan bagian dalam mata/retina) dapat membantu mengidentifikasi kondisi yang lebih serius, seperti Retinitis Pigmentosa atau tanda-tanda awal Katarak.
- Solusi Praktis: Jika rabun senja kamu disebabkan oleh Rabun Jauh (Miopi), solusi di CahayaTrueVue sangatlah mudah. Dengan kacamata atau lensa kontak yang sudah disesuaikan resepnya, kamu bisa langsung merasakan perbaikan penglihatan yang signifikan, sehingga aktivitas malam hari, termasuk hangout atau berolahraga, tetap nyaman.
Ini bukan hanya soal melihat lebih jelas, tapi juga soal keamanan kamu dan orang di sekitarmu.
Solusi Praktis: Mencegah dan Mengatasi Rabun Senja

Meskipun rabun senja yang disebabkan genetik tidak bisa diobati sepenuhnya, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dan mengelola gejala:
1. Prioritaskan Vitamin A dan Antioksidan
Jika penyebabnya adalah defisiensi, tingkatkan asupan makanan kaya Vitamin A dan antioksidan (wortel, bayam, telur, mangga). Ibu hamil dan anak-anak sangat disarankan untuk menjaga asupan ini.
2. Koreksi Refraksi yang Tepat
Kunjungi Optometris secara rutin. Jika kamu punya miopi, pastikan resep kacamata atau lensa kontakmu sudah optimal. Kadang, perubahan kecil pada resep bisa memberi perbedaan besar pada penglihatan malam hari.
3. Lindungi Mata dari Sinar UV
Paparan sinar UV berlebihan bisa meningkatkan risiko katarak dan kerusakan retina, yang pada akhirnya memicu rabun senja.
Selalu gunakan kacamata hitam yang teruji (dengan perlindungan UV) saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Kontrol Penyakit Kronis
Bagi kamu yang memiliki diabetes atau glaukoma, kontrol gula darah dan tekanan mata adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang dapat menyebabkan rabun senja, seperti yang dijelaskan oleh Halodoc yang berjudul Rabun Senja.
Kesimpulan
Rabun senja adalah kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Ini adalah pesan dari mata kamu bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, baik itu kekurangan nutrisi, atau masalah refraksi.
Jangan biarkan kesulitan melihat di malam hari membatasi style dan produktivitas kamu. Jika kamu merasa kesulitan beradaptasi dengan gelap, segera kunjungi CahayaTrueVue terdekat untuk pemeriksaan mata lengkap.
Kami siap membantumu menemukan solusi optik terbaik, mulai dari kacamata stylish untuk fashionista muda hingga kacamata baca nyaman untuk para smart shopper.
- Cabang Panjang Jiwo
Alamat : Jl. Raya Panjang Jiwo Permai 1 B – 18, Surabaya
No WA : 0812-4902-7643 - Cabang Lontar
Alamat : Jl. Raya Lontar No.95, Seberang Medpoint, Surabaya
No WA : 0812-1781-0736 - Cabang PTC
Alamat : Pakuwon Trade Center Lt Ground D05-01, Surabaya
No WA 1 : 0878-5278-8383
No WA 2 : 0812-3239-5225
Order Praktis di GrabMart
Optik cahaya truevue kini hadir di GrabMart. dapatkan berbagai produk menarik lainnya, dari mulai softlens, aksesoris hingga solution. Cari: Optik Cahaya Truevue di GrabMart. Biarkan kami bantu jagain kesehatan matamu, tanpa ribet keluar rumah.

