PENYAKIT MATA KARENA HIV

HIV AIDS dapat membuat kehancuran sistem kekebalan tubuh

Hancurnya sistem kekebalan tubuh pada pasien disebabkan oleh Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit akibat HIV, yaitu Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) . Akibatnya, Pasien lebih rentan terkena berbagai macam penyakit.

Banyaknya penderita HIV dan AIDS yang mengalami gangguan pada mata yaitu sekitar 70-80 persen orang. Mata adalah salah satu organ yang sering menimbulkan gejala sakit sebagai manifestasi infeksi HIV, Menurut Spesialis Mata Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Prof dr Suharjo.

Kata Suhardjo dalam pembahasan soal gangguan mata pada penderita HIV-AIDS di Polimata RSUP Dr Sardjito “Infeksi oportunistik menjadi penyebab utama munculnya kelainan pada mata terkait virus HIV dan AIDS” .

Hal tersebut didukung oleh data pasien yang datang ke Poliklinik mata RSUP Dr Sardjito. RSUP Dr Sardjito setiap bulan ada satu sampai dua kasus gangguan mata dari pasien dengan HIV dan AIDS, Menurut Residen Spesialis Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Agung Nugroho.

“Gangguan berupa infeksi mata bisa berasal dari berbagai mikroorganisme, di samping virus, juga bisa saja berupa bakteri, jamur, dan parasit,“ kata Suhardjo. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri umumnya akan memberikan kondisi yang mengancam penglihatan. Onset yang sangat cepat disertai gejala, seperti penglihatan mendadak turun, nyeri, reaksi peradangan yang berat, bahkan disertai munculnya nanah di bilik mata depan.

Penderita HIV memiliki resiko lebih tinggi terhadap infeksi pada mata

Sementara itu, infeksi yang disebabkan oleh jamur memberikan onset yang lambat dengan gejala peradangan yang nyata, hingga munculnya borok atau abses pada mata. Infeksi jamur pada mata lebih didominasi para pekerja pertanian.

Terapi infeksi mata bersifat multifactor karena disebabkan infeksi mata yang bermacam-macam. “Untuk menghasilkan kesembuhan yang optimal, dibutuhkan kerja sama yang baik antara penderita, keluarga, dokter mata, dan pihak RS yang terkait,” kata Suhardjo. Terapi yang pertama bertujuan untuk mengeradikasi mikroorganisme penyebab infeksi.

Sebagai langkah pencegahan terhadap resiko infeksi mata pada penderita HIV, perlu kedisiplinan dan konsistensi penderita terhadap treatment yang telah dianjurkan oleh dokter.