Perbedaan kacamata anti radiasi dan photochromic sering bikin bingung banyak orang. Ada yang bilang anti radiasi lebih cocok buat kerja di depan laptop, sementara photochromic lebih enak dipakai kalau sering keluar rumah.
Nah, sebenarnya apa sih bedanya, dan mana yang paling pas buat kebutuhan sehari-hari kamu? Yuk, kita bahas tuntas biar nggak salah pilih.
Baca juga: Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Melindungi Mata? Yuk Cari Tahu!
Kenapa Topik Ini Penting?
Hampir semua orang sekarang hidup berdampingan dengan gadget. Kerja depan laptop, scrolling ponsel, main game, sampai nonton film semuanya butuh mata yang sehat. Di sisi lain, kita juga sering terpapar sinar matahari ketika beraktivitas di luar rumah.
Dua kondisi ini membuat lensa khusus jadi solusi praktis: ada yang didesain untuk melawan radiasi layar (anti radiasi), ada juga yang pintar berubah warna otomatis saat kena sinar UV (photochromic).
Apa Itu Kacamata Anti Radiasi?

Kacamata anti radiasi biasanya identik dengan blue light filter. Fungsinya adalah menyaring sinar biru berlebihan yang dipancarkan layar gadget, lampu LED, maupun komputer.
Siapa yang butuh?
- Pekerja kantoran yang sehari bisa 8–10 jam di depan komputer.
- Mahasiswa yang sering begadang ngerjain tugas pakai laptop.
- Gamer yang betah main berjam-jam.
- Anak sekolah yang sekarang banyak belajar online.
Kelebihan
- Membantu mengurangi rasa lelah pada mata.
- Mengurangi risiko sakit kepala akibat paparan layar.
- Bisa membantu tidur lebih nyenyak karena blue light terbukti mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh).
Kekurangan
- Hanya bekerja optimal di depan layar, tapi proteksi terhadap sinar UV dari matahari terbatas.
- Kalau sering dipakai outdoor, kurang maksimal karena tetap bening.
Menurut Harvard Health Publishing, paparan cahaya biru di malam hari bisa mengganggu hormon melatonin yang penting untuk tidur, sehingga bikin pola tidur jadi berantakan.
Dari sini bisa kita simpulkan, lensa anti radiasi memang relevan banget buat kamu yang sering kena layar gadget di malam hari.
Apa Itu Kacamata Photochromic?

Berbeda dengan anti radiasi, lensa photochromic bekerja dengan teknologi yang lebih “dinamis”. Lensa ini bisa otomatis gelap saat terkena sinar UV, lalu kembali bening ketika berada di dalam ruangan.
Siapa yang butuh?
- Orang dengan mobilitas tinggi: sering keluar masuk kantor, kampus, atau toko.
- Pengendara motor atau mobil di siang hari.
- Mereka yang ingin praktis: tidak mau repot pakai kacamata biasa + sunglasses terpisah.
Kelebihan
- Perlindungan maksimal dari sinar UV.
- Praktis: satu kacamata untuk indoor dan outdoor.
- Tampil lebih stylish karena tidak perlu sering gonta-ganti kacamata.
Kekurangan
- Proses perubahan warna kadang tidak secepat ekspektasi, apalagi di dalam mobil (karena kaca mobil sudah punya proteksi UV).
- Harganya relatif lebih mahal dibanding lensa biasa.
- Kurang nyaman dipakai di malam hari untuk berkendara, karena bisa sedikit menggelap.
Menurut Essilor, produsen lensa optik global, lensa photochromic mampu menyaring sinar UV dengan lebih konsisten, sekaligus menawarkan kenyamanan visual baik di dalam maupun luar ruangan.
Baca juga: Panduan Memilih Kacamata Anti Radiasi untuk Kamu yang Bekerja di Depan Layar
Perbedaan Kacamata Anti Radiasi dan Photochromic
Nah, biar lebih jelas, berikut perbandingan keduanya:
Fungsi Utama
Kacamata anti radiasi memiliki fungsi utama untuk menyaring sinar biru dari layar gadget, komputer, maupun perangkat digital lainnya.
Lensa ini dilapisi filter khusus yang bekerja menahan paparan blue light berlebih, sehingga mata tidak cepat lelah. Sebaliknya, kacamata photochromic lebih berfokus pada perlindungan dari sinar UV.
Lensa jenis ini akan otomatis berubah menjadi gelap saat terkena paparan sinar matahari, lalu kembali bening ketika berada di ruangan.
Jadi, perbedaannya cukup jelas: anti radiasi fokus pada perlindungan dari layar, sedangkan photochromic lebih cocok untuk perlindungan dari cahaya matahari langsung.
Cocok Untuk
Jika aktivitas kamu lebih banyak di depan layar komputer, laptop, atau ponsel, maka kacamata anti radiasi adalah pilihan yang tepat.
Jenis ini sangat membantu pekerja kantoran, mahasiswa, bahkan gamer yang sering terpapar layar dalam waktu lama.
Sementara itu, kacamata photochromic lebih cocok untuk orang yang sering beraktivitas outdoor. Misalnya pengendara motor atau mobil di siang hari, atau orang dengan mobilitas tinggi yang sering berpindah antara indoor dan outdoor.
Photochromic memberikan fleksibilitas karena tidak perlu repot berganti antara kacamata biasa dan sunglasses.
Proteksi UV
Dari sisi proteksi terhadap sinar ultraviolet, kacamata anti radiasi kurang optimal. Filter blue light yang dimilikinya memang bermanfaat untuk layar digital, tetapi tidak cukup kuat melawan radiasi UV dari matahari. Inilah sebabnya mengapa anti radiasi tidak ideal dipakai sendirian untuk aktivitas di luar ruangan.
Di sisi lain, kacamata photochromic menawarkan perlindungan UV yang sangat baik. Lensa ini dirancang khusus untuk menyerap sinar matahari yang berpotensi merusak mata, sehingga lebih aman dipakai dalam jangka panjang.
Penampilan
Secara tampilan, kacamata anti radiasi tetap bening baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Hal ini membuatnya terlihat seperti kacamata biasa, sehingga lebih simpel untuk pemakaian sehari-hari, terutama di lingkungan kerja formal.
Berbeda dengan itu, kacamata photochromic akan gelap di luar ruangan ketika terkena sinar UV, dan kembali bening saat masuk ke dalam ruangan.
Efek perubahan warna ini memberikan kepraktisan sekaligus gaya tersendiri, karena kacamata bisa berfungsi ganda sebagai kacamata normal sekaligus sunglasses.
Harga
Soal harga, kacamata anti radiasi umumnya lebih terjangkau dibandingkan photochromic. Harga kacamata anti radiasi bisa dimulai dari ratusan ribu hingga kisaran menengah, sehingga mudah diakses banyak kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Sementara itu, kacamata photochromic biasanya lebih mahal, karena teknologi lensanya yang lebih kompleks dan kemampuannya menyesuaikan dengan kondisi cahaya. Meski begitu, banyak orang tetap memilih photochromic karena faktor kepraktisan dan proteksi UV yang diberikan.
Rekomendasi Kacamata Anti Radiasi
Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

- Lebih sering depan layar? → Pilih anti radiasi.
- Lebih sering outdoor / berkendara? → Photochromic bisa jadi pilihan.
- Butuh fleksibilitas penuh? → Ada lensa hybrid yang bisa menggabungkan filter blue light + photochromic, meski harganya lebih premium.
Contoh kasus:
- Pak Budi, 35 tahun, programmer → lebih butuh anti radiasi karena 10 jam depan komputer.
- Ibu Rina, 42 tahun, pengusaha butik yang sering antar barang pakai mobil → lebih cocok pakai photochromic.
Tips Memilih Sesuai Kebutuhan
- Tentukan aktivitas utama kamu: lebih banyak indoor atau outdoor.
- Sesuaikan dengan budget, karena harga photochromic umumnya lebih mahal.
- Jangan ragu untuk konsultasi ke optik modern seperti Optik Cahaya Truevue, yang menyediakan pemeriksaan mata lengkap & pilihan lensa sesuai kebutuhan.
Baca juga: Jangan Beli Kacamata Anti Radiasi Kalau Belum Baca Ini
Kesimpulan
Jadi, perbedaan kacamata anti radiasi dan photochromic terletak pada fungsi utama dan kondisi penggunaannya.
Anti radiasi lebih pas buat yang banyak di depan layar, sedangkan photochromic cocok buat mereka yang aktif di luar ruangan.
Keduanya punya kelebihan masing-masing, jadi pilihan terbaik tergantung gaya hidup kamu. Kalau masih bingung, langsung aja datang ke Optik Cahaya Truevue untuk konsultasi gratis dan coba langsung jenis lensa yang sesuai kebutuhan.
- Cabang Panjang Jiwo
Alamat : Jl. Raya Panjang Jiwo Permai 1 B – 18, Surabaya
No WA : 0812-4902-7643 - Cabang Lontar
Alamat : Jl. Raya Lontar No.95, Seberang Medpoint, Surabaya
No WA : 0812-1781-0736 - Cabang PTC
Alamat : Pakuwon Trade Center Lt Ground D05-01, Surabaya
No WA 1 : 0878-5278-8383
No WA 2 : 0812-3239-5225





