
Berbicara tentang lensa, mungkin sudah biasa kita dengarkan. Banyak artikel yang menjelaskan berbagai jenis lensa seperti lensa minus, lensa plus, lensa warna, lensa muktifokus dan lain-lain.
Nah, apakah anda pernah mendengar atau membaca tentang lensa prisma?
Banyak dari kita yang belum tahu tentang jenis lensa yang satu ini; jenis lensa ini memang tidak begitu populer. Selama ini banyak orang kenal lensa itu umumnya hanya minus, plus dan cylinder. Namun, bagi sebagian kecil orang atau pasien, mereka sangat mengenal istilah ini.

Apa itu lensa Prisma?
Lensa Prisma adalah bentuk lensa di mana terdapat puncak/bagian yang tipis (apex) dan bagian yang tebal/dasar (base) yang dengan perbedaan bentuknya itu bisa memindahkan bayangan, di mana nilai 1 prisma itu berarti akan memindahkan bayangan sejauh 1 cm dari objek yang berjarak 1 meter.
Arah tebal atau Base itu secara umum ada 4 yaitu:
BU (Base Up), tebal lensanya ada di atas
BD (Base Down), tebal lensanya ada di bawah
BI (Base In), tebal lensanya ada di dalam atau nasal/hidung
BO (Base Out), tebal lensanya ada di luar/temporal/arah telinga
Siapa yang harus pakai Lensa Prisma?
Lensa prisma di resepkan pada penderita phoria yaitu orang yang mengalami diplopia atau penglihatan double/ganda dengan kacamatanya. Biasa juga digunakan untuk penderita strabismus atau mata juling. Lensa ini dapat digunakan baik normal maupun dengan ukuran myopia, hypermetropia dan astigmatnya, jadi prisma bisa diresepkan sekaligus.
Hubungi dokter mata atau spesialis mata untuk pemeriksaan mata juling. Beberapa penderita mata juling bisa diatasi dengan penanganan medis dan sebagian lainnya tidak bisa. Salah satu pertolongan untuk mata juling adalah kacamata dengan lensa prisma.
Maka dari itu jangan berkecil hati, cobalah dengan menggunakan kacamata prisma untuk mengatasi masalah penglihatan anda.
Hubungi team Optik Cahaya Truevue untuk info lebih lanjut!
