
Penggunaan gadget yang intensif merupakan fenomena yang umum di berbagai negara di dunia. Radiasi blue light atau sinar biru berasal dari dua sumber yang berbeda, yaitu secara alami dari matahari dan dari berbagai perangkat seperti layar telepon genggam, televisi, tablet, dan komputer. Sebuah riset yang dilakukan oleh IPSOS pada tahun 2015 menemukan bahwa lebih dari 90% orang yang berusia antara 20 hingga 65 tahun menggunakan gadget secara rutin dengan empat perangkat yang berbeda setiap hari di Brazil, Tiongkok, Prancis, dan Amerika Serikat. Riset Vision Watch: The Vision Council pada 2014 juga menunjukkan bahwa rata-rata orang menghabiskan waktu hingga 7 jam 24 menit di depan layar gadget, dengan 2 jam 10 menit di antaranya dihabiskan tanpa henti.
Oleh karena itu, tidak heran bila banyak orang mengalami keluhan terkait mata, seperti mata lelah, mata gatal, mata kering, hingga penglihatan yang buruk dan sulit tidur, yang disebabkan oleh radiasi sinar biru yang dipancarkan oleh layar gadget yang digunakan secara berlebihan.
Beberapa dampak buruk sinar biru pada kesehatan antara lain sebagai berikut:
Kelelahan pada mata
Penggunaan perangkat digital seperti gadget sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan mata, tetapi penggunaan yang terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan pada mata yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mata. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah kedipan mata yang diakibatkan oleh bermain gadget, yang kemudian dapat menyebabkan computer vision syndrome (CVS). CVS dapat menunjukkan gejala seperti mata kering, mata berair, penglihatan kabur atau ganda, sensitivitas terhadap cahaya terang, kesulitan berkonsentrasi, kesulitan membuka mata, sakit kepala, serta nyeri pada leher, bahu, dan punggung setelah bermain gadget selama 20 jam atau lebih.
Sulit tidur

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Monash, Australia menemukan bahwa sinar biru yang dipancarkan oleh gadget dapat mempengaruhi siklus tidur seseorang. Hal ini disebabkan oleh paparan sinar biru yang dapat menurunkan kadar hormon melatonin dalam tubuh hingga sekitar 23 persen. Melatonin merupakan hormon alami dalam tubuh yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Dengan penurunan kadar hormon ini, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur hingga insomnia. Penelitian tersebut menyoroti betapa pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan gadget dan juga memperhatikan dampak dari paparan sinar biru yang terus-menerus. Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi penggunaan gadget di malam hari atau menggunakan fitur “mode malam” yang dapat mengurangi paparan sinar biru.
Mempercepat kerusakan mata
Sinar biru dapat menembus mata tanpa adanya perlindungan alami, baik dari sumber alami seperti matahari maupun dari peralatan elektronik. Ini membuat sinar biru dianggap sebagai salah satu sinar yang paling berbahaya bagi kesehatan mata, terutama retina, karena dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. Terlalu sering terpapar sinar biru dapat meningkatkan risiko terkena penyakit mata seperti degenerasi makula, glaukoma, penyakit retina degeneratif bahkan kebutaan. Selain itu, sinar biru yang berlebihan dapat membuat kornea dan lensa mata kehilangan daya dalam memantulkan atau memblokir sinar tersebut. Oleh karena itu, penggunaan layar perangkat elektronik yang terlalu sering dan tanpa pengaturan waktu yang tepat dapat berdampak buruk pada kesehatan mata seseorang.
Tindakan pencegahan dan pengobatan
Salah satu cara untuk mengurangi risiko kerusakan pada mata akibat sinar biru adalah menghindari penggunaan smartphone dalam kegelapan dan menurunkan tingkat pencahayaan yang tersedia di perangkat elektronik. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan mode malam hari yang tersedia pada perangkat. Agar mata bisa beristirahat setelah penggunaan gadget, kamu bisa menerapkan metode 20-20-20 yaitu beristirahatlah selama 20 detik setelah 20 menit bermain gadget dengan fokus pada objek yang jauh sekitar 20 kaki atau 6 meter.

Tak hanya itu, melakukan pemeriksaan mata rutin setiap 6 bulan sekali juga dianjurkan untuk memastikan kesehatan mata kamu. Hal ini dikarenakan tidak semua masalah pada mata menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan mata rutin dapat membantu menemukan masalah pada mata secara dini dan mencegah risiko kerusakan yang lebih serius di masa depan. Jika anda mengalami keluhan pada penglihatan anda, segera periksakan ke Optik Cahaya Truevue. Kami juga menerima resep dokter dan ada spesial diskon untuk anda pengguna BPJS.
-
Product on sale
Frame Kacamata Branded Rayban RB 6472Original price was: Rp2.485.000.Rp2.236.500Current price is: Rp2.236.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5068 LB 030Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5068 LB 006Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5067 LB 302Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5067 LB 004Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5066 LB 007Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5053 LB 454Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5033 LB 001Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Fashion Branded Nautica Optical N8009LB 970Original price was: Rp1.785.000.Rp1.606.500Current price is: Rp1.606.500.
