Kelainan refraksi pada anak sering kali tidak langsung terlihat, apalagi kalau si kecil belum bisa bilang dengan jelas kalau matanya terasa kabur.
Padahal, kondisi seperti miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), atau astigmatisme bisa memengaruhi cara anak belajar, bermain, bahkan bersosialisasi. Makanya, penting banget buat orang tua untuk ngerti tanda-tandanya dan tahu kapan harus bawa anak periksa mata.
Artikel ini akan bahas kenapa pemeriksaan mata sejak dini itu penting, tanda-tanda yang perlu kamu waspadai, sampai tips biar anak nggak takut saat diperiksa. Yuk kita bahas satu per satu.
Mengapa Pemeriksaan Mata Dini Itu Penting?
Banyak orang tua berpikir pemeriksaan mata baru perlu dilakukan kalau anak sudah bisa membaca huruf di papan periksa.
Faktanya, justru di usia dini penglihatan anak berkembang super cepat, dan kelainan refraksi yang nggak ditangani bisa berdampak jangka panjang.
1. Mengoptimalkan Perkembangan Penglihatan
Di tahun-tahun awal hidupnya, otak dan mata anak lagi sibuk membangun “kerjasama tim” yang solid. Kalau ada kelainan refraksi yang nggak dikoreksi, otak bisa “mengabaikan” salah satu mata, dan ini bisa menghambat perkembangan visual.
Dengan pemeriksaan dini, dokter bisa memberikan solusi seperti kacamata atau terapi penglihatan supaya proses ini berjalan maksimal.
2. Mencegah Masalah yang Lebih Serius
Salah satu risiko kelainan refraksi yang nggak tertangani adalah amblyopia alias mata malas. Kondisi ini bikin penglihatan di salah satu mata nggak berkembang dengan baik, dan kalau terlambat diatasi, efeknya bisa permanen. Deteksi dini bisa mencegah masalah ini atau minimal menguranginya.
3. Mendukung Prestasi Belajar dan Interaksi Sosial
Bayangin kalau anak nggak bisa lihat papan tulis dengan jelas atau susah membaca buku. Pasti belajar jadi kurang maksimal. Begitu juga saat bermain, anak bisa merasa minder atau nggak percaya diri. Dengan penglihatan yang optimal, anak bisa lebih aktif di sekolah dan lingkungan sosialnya.
Tanda-Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Anak kecil belum tentu bisa bilang, “Bunda, penglihatan aku buram.” Jadi, kamu perlu peka sama tanda-tanda berikut:
1. Sering Menggosok Mata
Kalau si kecil sering mengucek mata padahal nggak ngantuk, bisa jadi ada ketidaknyamanan atau pandangan kabur.
2. Menyipitkan Mata
Anak sering memicingkan mata saat lihat objek jauh atau dekat? Ini bisa jadi cara mereka untuk “memaksa” mata fokus.
3. Memiringkan Kepala atau Menutup Satu Mata
Perilaku ini kadang muncul kalau salah satu mata punya penglihatan yang lebih buruk dari yang lain.
4. Kesulitan Fokus pada Objek Dekat atau Jauh
Misalnya, saat menggambar atau membaca, anak terlihat kesulitan mengikuti detail gambar atau tulisan.
5. Kurang Tertarik pada Aktivitas Visual
Anak yang menghindari aktivitas seperti membaca buku atau melihat gambar mungkin bukan malas, tapi karena nggak nyaman melihat.

Kapan Harus Memeriksakan Mata Anak?
Idealnya, pemeriksaan mata pertama dilakukan sebelum anak masuk sekolah, yaitu sekitar usia 3–4 tahun. Kalau ada riwayat keluarga dengan masalah penglihatan (misalnya orang tua atau kakak punya miopia), periksanya bisa lebih cepat.
Setelah itu, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan setiap 1–2 tahun sekali, atau sesuai saran dokter mata. Tapi kalau kamu melihat tanda-tanda yang kita bahas tadi, nggak perlu tunggu jadwal rutin — langsung bawa anak ke pemeriksaan.
Apa yang Terjadi Saat Pemeriksaan Mata Anak?
Banyak orang tua khawatir anaknya bakal takut atau nggak nyaman. Padahal, pemeriksaan mata itu sederhana dan nggak sakit sama sekali. Umumnya meliputi:
- Tes jarak pandang untuk melihat seberapa jelas anak bisa melihat dari jarak tertentu.
- Tes ketajaman visual untuk mengukur kemampuan mata membaca huruf atau mengenali gambar.
- Pemeriksaan struktur mata untuk memastikan mata sehat secara fisik.
Tips Biar Anak Nyaman Saat Diperiksa
- Persiapkan Anak dari Rumah
Ceritakan secara santai apa yang akan terjadi. Misalnya, “Kita nanti ketemu dokter yang pakai alat keren buat lihat matamu.” - Bikin Pengalaman Jadi Menyenangkan
Bawa mainan atau buku favorit untuk mengalihkan perhatian saat menunggu giliran. - Beri Pujian Setelah Pemeriksaan
Apresiasi keberanian anak, walau cuma bilang, “Keren banget kamu tadi berani diperiksa.” Ini bikin mereka nggak takut kalau harus periksa lagi nanti.

Kenapa Orang Tua Punya Peran Penting?
Kesehatan mata anak bukan cuma urusan dokter, tapi juga peran aktif orang tua. Kamu yang paling sering lihat mereka setiap hari, jadi kamu yang paling tahu kalau ada perilaku atau kebiasaan yang berbeda.
Deteksi dini kelainan refraksi bisa bikin anak tumbuh dengan penglihatan yang lebih baik, belajar lebih mudah, dan lebih percaya diri.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan mata anak itu investasi jangka panjang. Kelainan refraksi pada anak kalau dideteksi dan diatasi sejak dini bisa mencegah masalah yang lebih besar di masa depan.
Sebagai orang tua, peka terhadap tanda-tanda awal dan rutin memeriksakan mata anak adalah langkah sederhana tapi berdampak besar.
Kalau kamu merasa anak menunjukkan tanda-tanda yang kita bahas tadi, jangan tunda lagi.
Buat janji pemeriksaan mata anak di Optik Cahaya Truevue sekarang juga. Tim kami siap membantu mendeteksi kelainan refraksi sejak dini dan memberikan solusi kacamata yang nyaman, stylish, dan sesuai kebutuhan si kecil.
Yuk, pastikan anak melihat dunia dengan jelas dan penuh warna!
- Cabang Lontar
Alamat : Jl. Raya Lontar No.95, Seberang Medpoint, Surabaya
No WA : 0812-1781-0736 - Cabang PTC
Alamat : Pakuwon Trade Center Lt Ground D05-01, Surabaya
No WA 1 : 0878-5278-8383
No WA 2 : 0812-3239-5225
-
SUNGLASS ANAK T1506 C11Rp100.000 -
SUNGLASS ANAK S889 P C3Rp100.000 -
SUNGLASS ANAK S880PRp125.000

