
Nama Putri Ariani menjadi tren di berbagai platform media sosial setelah ia meraih golden buzzer di kompetisi America’s Got Talent. Keberhasilan Putri Ariani ini menjadi topik pembicaraan karena ia mampu menyanyi dan memainkan piano meskipun menghadapi tantangan tunanetra atau tidak dapat melihat.
Ternyata, Putri Ariani telah menghadapi kondisi mata yang tidak dapat melihat sejak lahir. Dalam kisah yang diceritakan oleh ayahnya dalam acara Indonesia’s Got Talent sebelumnya, kondisi mata Putri Ariani ini disebabkan oleh kelahiran prematur.
Ketika itu, sang ibu mengalami komplikasi pada plasenta, yang dikenal sebagai placenta previa. Putri Ariani lahir saat usianya 6 bulan dan harus menjalani perawatan di dalam inkubator selama 3 bulan. Namun, setelah keluar dari inkubator, terungkap bahwa Putri Ariani mengalami kebutaan pada mata bagian tersebut.
“Putri lahir dengan usia kandungan 6 bulan 18 hari yang merupakan kondisi prematur. Ayah Putri Ariani mengungkapkan dalam video yang diunggah oleh akun @bundsthetic bahwa saat itu ibu Putri mengalami placenta previa dan harus memilih antara nyawa ibu atau anak. Putri Ariani kemudian menghabiskan 3 bulan di rumah sakit, dan setelah keluar, terdapat sedikit kerusakan pada mata,” demikian diungkapkan dalam video yang diunggah ulang oleh akun @bundsthetic pada Kamis (8/7/2023).
Menurut website Alodokter, kelahiran prematur meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah pada bayi. Hal ini dikarenakan organ tubuh bayi masih dalam tahap pembentukan akhir. Karena pembentukan tersebut belum sempurna, bayi dapat mengalami berbagai komplikasi saat dilahirkan. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi prematur antara lain:
- Gangguan fungsi organ, seperti jantung dan otak.
- Gangguan sistem pernapasan.
- Gangguan saluran pencernaan.
- Gangguan sistem kekebalan tubuh.
- Gangguan pengaturan suhu tubuh.
- Penyakit kuning, karena hati bayi belum sepenuhnya berkembang.
Selain itu, kelahiran prematur juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti:
- Cerebral palsy (lumpuh otak).
- Gangguan pendengaran.
- Gangguan penglihatan.
- Penurunan tingkat kecerdasan.
- Masalah gigi.
- Gangguan psikologis.
- Risiko kematian mendadak.
Dalam kondisi kelahiran prematur, penting bagi bayi untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan yang intensif guna mengurangi risiko komplikasi yang dapat mempengaruhi perkembangan dan kualitas hidup mereka. Putri Ariani merupakan salah satu orang yang mengalami gangguan penglihatan akubat kelahiran prematur. Penyakit yang di derita oleh Putri Ariani secara khusus disebut dengan Retinopathy of prematurity (ROP).
Retinopathy of Prematurity (ROP)
Retinopathy of prematurity (ROP) adalah kelainan mata bawaan yang sering terjadi pada bayi yang lahir prematur. Meskipun umumnya kondisi ini ringan dan dapat pulih dengan sendirinya seiring pertambahan usia bayi, namun jika tidak segera ditangani dan semakin parah, ROP dapat menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan.
Pada janin, retina yang merupakan bagian belakang mata yang berfungsi untuk menangkap cahaya, umumnya mulai terbentuk dan berkembang sekitar usia kehamilan 16 minggu.Setelah bayi dilahirkan pada usia kehamilan yang cukup, yaitu di atas 38 minggu, jaringan retina dan pembuluh darah di sekitarnya akan mengalami perkembangan dan berfungsi dengan baik.
Namun, ketika bayi lahir terlalu cepat atau prematur, retina mata bayi belum sepenuhnya berkembang dan tidak berfungsi dengan baik, sehingga mengganggu penglihatannya. Kondisi ini dikenal sebagai retinopathy of prematurity.
Penyebab Retinopathy of Prematurity (ROP)
Sebelumnya telah disebutkan bahwa ROP terjadi ketika bayi lahir prematur, sehingga retina bayi belum sepenuhnya berkembang dalam kandungan. Namun, hingga saat ini penyebab pasti terjadinya kondisi tersebut masih belum diketahui dengan pasti.
Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan bayi prematur terkena ROP, antara lain:
- Berat badan lahir rendah.
- Pertumbuhan janin yang terhambat.
- Hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam rahim.
- Infeksi dalam rahim.
Tahapan Retinopathy of Prematurity (ROP)
Retinopathy of Prematurity (ROP) terdiri dari lima tahap yang berkembang dari ringan hingga parah. Tahap pertama, Stadium I, ditandai dengan pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal di retina, namun biasanya dapat membaik tanpa pengobatan seiring pertambahan usia dan tidak mengganggu penglihatan. Pada tahap kedua, Stadium II, pertumbuhan pembuluh darah yang lebih banyak terjadi di sekitar retina, namun seperti Stadium I, tidak memerlukan pengobatan dan penglihatan akan kembali normal seiring bertambahnya usia.
Tahap ketiga, Stadium III, ditandai dengan jumlah pembuluh darah abnormal yang sangat banyak di sekitar retina, yang dapat mengganggu kemampuan retina untuk mendukung penglihatan. Beberapa kasus pada ROP Stadium III dapat membaik tanpa pengobatan dan mempertahankan penglihatan normal, namun jika pertumbuhan pembuluh darah retina semakin parah, perawatan diperlukan untuk mencegah robekan retina. Stadium IV merupakan tahap di mana retina terpisah dari bola mata karena pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang menarik retina menjauh dari dinding bola mata. Bayi dengan ROP Stadium IV harus segera mendapatkan penanganan agar terhindar dari kebutaan. Tahap terakhir, Stadium V, adalah kondisi yang paling parah di mana retina terlepas sepenuhnya dari bola mata. Kondisi ini harus segera diobati untuk mencegah gangguan penglihatan atau kebutaan permanen.
-
Product on sale
Frame Kacamata Branded Michael Kors MK 4176U 3005 Ukuran 55 – 16 – 140Original price was: Rp2.585.000.Rp2.326.500Current price is: Rp2.326.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Michael Kors MK 3035 1108 Ukuran 52 – 17 – 140Original price was: Rp2.285.000.Rp2.056.500Current price is: Rp2.056.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike Optical NK7157LB 682 Ukuran 52 – 17 – 140Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Nike Branded Optical 7168LB 272 Ukuran 52 – 17 – 145Original price was: Rp1.985.000.Rp1.786.500Current price is: Rp1.786.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike 7275LB 030 Ukuran 50 – 19 – 145Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike 7157LB 030 Ukuran 52 – 17 – 140Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike 8405LB 780 Ukuran 52 – 17 – 145Original price was: Rp1.985.000.Rp1.786.500Current price is: Rp1.786.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike 8136AF 401 Satin Navy Ukuran 59 – 14 – 145Original price was: Rp2.485.000.Rp2.236.500Current price is: Rp2.236.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Branded Nike 8136AF 047 Ukuran 59 – 14 – 145Original price was: Rp2.485.000.Rp2.236.500Current price is: Rp2.236.500.
