
Mata katarak merupakan gangguan penglihatan yang sering dikaitkan dengan penyakit lanjut usia. Katarak merupakan penyakit yang kerap diderita oleh orang tua atau orang yang sudah menginjak usia diatas 50 tahun. Penderita katarak biasanya mengalami gangguan penglihatan mata buram dan sulit untuk melihat dengan jelas. Salah satu solusi untuk mengatasi mata katarak adalah dengan melakukan operasi katarak.
Namun, operasi katarak sering kali menuai hasil yang kurang memuaskan. Hal ini biasanya ditandai dengan penglihatan yang kembali buram seperti sebelum melaksanakan operasi katarak. Jika hal ini terjadi, apakah dapat dikatakan bahwa operasi katarak gagal? Apakah perlu melakukan operasi ulang?
Artikel lainnya mengenai mata katarak: memperbaiki kualitas hidup setelah operasi katarak
Hal apa saja yang menyebabkan penglihatan buram setelah operasi katarak
Prinsip utama dalam operasi katarak adalah mengatasi kekeruhan pada lensa mata agar penglihatan menjadi jelas kembali. Operasi tersebut melibatkan beberapa metode, dan salah satu metode yang sering digunakan adalah fakoemulsifikasi.
Metode fakoemulsifikasi dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk mengangkat dan mengeluarkan lensa mata yang keruh. Lensa yang keruh akan digantikan dengan lensa buatan yang jernih, sehingga penglihatan pasien dapat membaik.
Meskipun demikian, tidak semua operasi katarak berjalan dengan lancar. Terkadang, operasi katarak dapat mengalami kegagalan sehingga penglihatan pasien tetap kabur setelah tindakan tersebut.
Setelah menjalani operasi, seharusnya penglihatan seseorang menjadi jelas kembali. Namun, dalam beberapa kondisi tertentu, seseorang mungkin mengalami keburaman penglihatan meskipun telah menjalani operasi katarak.
- Operasi gagal
Keluhan mata buram setelah melakukan operasi dapat disebabkan karena operasi yang dilakukan mengalami kegagalan. Hal ini biasanya disebabkan karena pasien memiliki penyakit lain yang lain sebelum mengalami katarak.
- Riwayat gangguan syaraf mata atau retina
Gangguan syaraf mata atau retina juga dapat mempengarugi hasil operasi katarak. Dokter spesialis bisa saja akan sulit mengetahui kondisi belakang bola mata termasuk retina dan syaraf jika katarak yang di derita pasien sudah terlalu tebal. Setelah operasi dilakukan, terjadi buram yang disebabkan oleh penyakit retina dan syaraf yang tadinya tidak terlihat.
- Penyakit diabetes
Gangguan pada syaraf dan retina pada dasarnya juga dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan dan diabetes yang tak terkontrol. Jadi, pasien tetap tidak dapat melihat dengan jelas meskipun katarak sudah ditangani dan lensa mata sudah diganti dengan yang jernih.
- Glaukoma
Salah satu penyakit yang berbahaya bagi manusia adalah glaukoma yang sering dianggap sebagai pencuri lapang pandang. Glaukoma merupakan kondisi dimana pandangan mulai terganggu dengan munculnya titik gelap yang lama-lama meluas dan menjadikan penderitanya bisa mengalami kebutaan. Glaukoma sendiri disebabkan oleh tingginya tekanan pada bola mata sehingga merusak syaraf atau pupil.
- Kebiasaan yang salah
Pasien yang telah melakukan operasi katarak diharapkan menjaga kesehatan dan kebersihan diri terutama kebersihan di area mata. Salah satu bentuk implementasinya adalah larangan menyentuh bagian mata kecuali setelah mencuci tangan sampai bersih. Kebersihan tangan sagatlah berpengaruh sebagai pencegahan tumbuhnya bakteri dan infeksi pada mata yang telah melakukan operasi katarak. Tumbuhnya bakteri dan infeksi dapat membuat lensa mata menjadi keruh lagi dan operasi katarak pun akan sia-sia.
- Katarak berulang
Setelah melakukan operasi katarak, pasien mungkin dapat mengalami katarak kembali. Namun katarak yang kedua merupakan katarak yang berbeda dengan sebelumnya. Kasus ini sering disebut dengan posterior capsular opacity atau PCO, di mana terdapat kekeruhan di belakang lensa buatan yang telah ditanam pascaoperasi katarak.

Jika pasein mengalmi PCO, tidak perlu melakukan operasi ulang. Dokter spesialis biasanya hanyak akan melakukan tindakan laser sehingga kekeruhan bisa teratasi.
Bisakah buram setelah operasi katarak dicegah?
Mencegah mata buram setelah operasi katarak dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan mata dan mengontrol penyakit yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, bagi penderita diabetes, penting untuk menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat, mengonsumsi obat secara teratur, dan rutin menjalani kontrol medis. Dengan cara ini, kerusakan pada saraf mata dapat dihindari.
Selain itu, tidak boleh mengabaikan pemeriksaan rutin oleh dokter spesialis mata. Langkah-langkah ini membantu dalam pemantauan kesehatan mata dan memungkinkan penanganan yang cepat terhadap keluhan yang muncul, sehingga kerusakan pada saraf mata dapat dicegah. Dengan demikian, peluang keberhasilan operasi katarak juga meningkat.
-
Product on sale
Frame Kacamata Branded Rayban RB 6472Original price was: Rp2.485.000.Rp2.236.500Current price is: Rp2.236.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5068 LB 030Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5068 LB 006Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5067 LB 302Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Casual Branded Nike 5067 LB 004Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5066 LB 007Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5053 LB 454Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Pria Branded Nike 5033 LB 001Original price was: Rp1.685.000.Rp1.516.500Current price is: Rp1.516.500. -
Product on sale
Frame Kacamata Fashion Branded Nautica Optical N8009LB 970Original price was: Rp1.785.000.Rp1.606.500Current price is: Rp1.606.500.
